Nasi Gandul

Bisa lahir dan besar di kota yang tidak memiliki banyak destinasi wisata sedikit membuat saya mider dengan teman-teman saya di luar kota. Namun ada satu hal yang membuat saya bangga menjadi warga kota pensiun ini mengenai wisata kulinernya. Salah satunya adalah Nasi Gandul.

Jika Anda mengenal Jogja dengan makanan khasnya bernama Gudeg, Kota kelahiran saya juga memiliki makanan khas, Nasi Gandul namanya.

Simpang Siur Asal Mula Nasi Gandul

nasi gandul
Foto dari sini

Gandul sendiri merupakan bahasa jawa yang berarti menggantung. Jadi Nasi Gandul bisa dikatakan sebagai Nasi yang menggantung. Namun Nasi Gandul  bukan berarti nasi yang digantung lho ya. Melainkan disajikan diatas piring yang telah dilapisi pisang.

Sehinga nasi tidak langsung menempel di piring, melainkan menggantung karena adanya daun pisang. Dahulu kala, sajian gandul ini dimakan bukan menggunakan sendok, namun menggunakan suru (sejenis sendok dibuat dari daun pisang). Itu cerita versi dari nenek saya.

Ada juga yang bilang jika awal mengapa dibilang Nasi Gandul karena para penjual nasi ini membawa pikulan untuk menjajakan dagangannya keliling kampung. Pikulan itu sendiri membuat kesan nasi terlihat menggantung naik turun, sehingga disebut Nasi Gandul.

Keunikan Rasa Nasi Gandul

Selain keunikan penyajiannya dengan daun pisang, keunikan rasa dari lauk pauk dalam makanan khas Pati ini juga sangatlah patut untuk di uji. Bahkan ketika saya berada di kampung halaman saya, saya selalu meminta ibu saya untuk membuatkannya untuk saya.

Biasanya nasi yang telah ditata diatas daun pisang akan diberi kuah santan berwarna cokelat yang gurih dan irisan daging. Namun jika Anda menginginkan jerohan atau otak sapi biasanya penjual gandul juga menyediakannya(biasnya tidak ada olahan ayam). Yang membuat makanan ini menjadi favotit saya adalah karena tempe gorengnya yang juga khas.

nasi gandul
Foto dari sini

Jadi, setiap penjual Gandul pasti menyajikan tempe goreng yang kahs dan super krispi. Mengapa demikian? khasnya adalah tempe ini selalu hangat, karena biasanya penjual akan langsung menggorengkan tempe yang dipesan oleh pembeli.

Makanan khas Pati ini memang agak berkolestrerol karena disajikan dengan santan, daging, dan jerohan. Namun kenikmatannya sungguh tidak ada tandingannya. Kuah gurih dan manis akan membuat Anda ingin tambah lagi, pasti.

Jika kebetulan berada di daerah Pati, saya sarankan untuk mencicipi Nasi Gandul di daerah Gajahmati, Pati, karena disana banyak penjual Nasi Gandul dengan resep turun-temurun. Tapi jika ingin gratisan, saya bisa mengakomodasi. Tapi syarat dan ketentuan berlaku ya. HAHAHA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: