Patah Hati Apa Enggak Kalo Ditinggal Nikah?

“Jodoh itu Tuhan yang ngatur.”

Mungkin nggak kalau di dunia ini Kamu bakal meninggal bahkan sebelum Kamu ketemu jodohmu? Jawabannya mungkin. Karena banyak juga orang yang meninggal di usia satu tahun bahkan bayi. Mereka belum menemukan tambatan hati tuh, apalagi ke jenjang pernikahan.

Lalu, apa salahnya kalau di usia 24 tahun aku masih jomblo?

Hidup itu bukan tentang satu manusia saja, tapi ribuan manusia bahkan miliaran. Mereka saling berkomunikasi dan bertukar informasi. Lalu, apa hubungannya dengan jodoh? Ya, banyak sih!

Gegara komunikasi, banyak orang yang tahu kalau aku itu masih jomblo. Ya kayak tentangga yang sering ngomongin orang lain gitu~ gosip dan fakta bercampur menjadi bahan pembicaraan yang bahkan nggak bosen2nya dibahas sampe menjamur.

Aku sih santai, meskipun terkadang mikir juga sih kapan ada pria yang ngelamar dan ngajak nikah.

Kadang, terlalu malu untuk bilang ‘sayang’ dan ‘suka’

Aku itu pendiam, nggak pedean dan yang jelas pemalu. Tapi, kadang ada sisi di mana rasa beraniku melebihi orang lain. Bahkan aku pernah nembak mas2 setelah aku terpana dengan cara main gitarnya. Lucu sih kalau inget itu, tapi yaudahlah.

Ngomongin kenapa masih jomblo? kenapa coba? Menurutku, karena aku terlalu cuek, jarang pegang hape, bahkan slow respon kalo diajak ngomong. Kalo soal tampang sih aku nggak bisa bilang aku nggak oke karena aku merasa bersyukur udah diciptain sama Allah dengan dua tanga, dua mata, dua kaki, dan anggota tubuh lainnya yang bisa berfungsi dengan normal. Tapi, karena tingkahku yang cuek ini bikin aku melewatkan banyak masa dan banyak kesempatan baik.

Menunggu itu bukan solusi dalam mencintai dan dicintai

Aku memegang teguh pacaran itu nggak perlu yang penting udah tahu perasaan masing-masing, tapi nggak semua orang bisa hidup dengan status itu. Setiap orang ingin dianggap. *Dianggap jadi pacar*

Akhirnya, perasaan itu makin lama menghilang tanpa ada kata putus atau ‘maaf, aku udah nggak sayang Kamu lagi.’ dan berakhir begitu saja meski awalnya saling tahu perasaan masing-masing.

Menungu itu bukan solusi, menikah itu baru solusi.

Empat tahun tak berharga

Aku pernah merasa tak berguna selama empat tahun lebih, jatuh cinta berkali-kali dengan orang yang sama meskipun aku tahu ia bukanlah orang yang terbaik. Aku tak tahu mengapa aku tak bisa mengendalikan perasaanku, yang jelas aku diam untuk waktu selama itu.

Bukan hanya diam, aku juga buta dan tuli. Bahkan melewatkan banyak pria yang memberikan perhatian~

Hingga akhirnya, kisah ini berhenti pada judul, ‘ditinggal nikah’. Perasaanku bagaimana? Aku bahagia. Akhirnya, aku bisa lepas dari perasaan yang membuatku bisu, tuli, dan buta.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: